Paman Pedati: Inovasi Puskesmas Karangmojo I dalam Memantau Hipertensi Melalui Kader Desa
Jatiayu 17 Maret 2026 00:04:21 WIB
Jatiayu (SIDA) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Karangmojo I menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para kader kesehatan dengan tajuk yang unik dan menarik: "PAMAN PEDATI" (Pasukan Pemantau Penderita Hipertensi). Kalurahan Jatiayu di wakili oleh Maryati dan Waryanti, kegiatan ini berlangsung khidmat di ruang pertemuan Puskesmas Karangmojo I pada awal pekan ini.
Inovasi ini bertujuan untuk memperkuat barisan kader kesehatan di tingkat desa agar lebih sigap dan terampil dalam memantau serta mendampingi warga yang mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Fokus Utama Bimtek "Paman Pedati"
Dalam pelatihan ini, para kader dibekali dengan berbagai kemampuan teknis dan komunikasi, antara lain:
-
Teknik Pengukuran Tekanan Darah yang Akurat: Kader dilatih menggunakan tensimeter digital secara benar agar data yang diperoleh valid.
-
Edukasi Gaya Hidup Sehat: Memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya diet rendah garam, olahraga rutin, dan pengelolaan stres.
-
Sistem Pelaporan Terpadu: Penggunaan aplikasi atau formulir pemantauan untuk melaporkan kondisi warga secara rutin kepada petugas kesehatan di Puskesmas.
Data Pendukung & Analisis Jurnalistik
Mengapa program seperti "Paman Pedati" ini sangat krusial bagi warga Karangmojo? Berikut adalah data dan fakta pendukungnya:
-
Hipertensi sebagai "Silent Killer": Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), hipertensi masih menjadi salah satu penyebab utama penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke dan jantung di Indonesia. Banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga terjadi komplikasi.
-
Pentingnya Peran Kader (Community-Based Health): Karena jumlah petugas kesehatan terbatas, kehadiran kader "Paman Pedati" di tengah masyarakat menjadi solusi efektif untuk melakukan deteksi dini secara luas.
-
Kepatuhan Minum Obat: Salah satu tantangan terbesar penderita hipertensi adalah kedisiplinan minum obat. Kader berperan sebagai pengingat setia agar warga tetap patuh pada anjuran medis.
"Dengan adanya Paman Pedati, kita ingin memastikan tidak ada warga Karangmojo yang terabaikan kondisi kesehatannya. Kader adalah ujung tombak kami untuk memantau dari pintu ke pintu," ujar salah satu pemateri dari Puskesmas Karangmojo I.
Harapan Kedepan
Melalui Bimtek ini, diharapkan para kader kembali ke dusun masing-masing dengan semangat baru untuk menekan angka komplikasi hipertensi. Sinergi antara Puskesmas, kader, dan kesadaran warga adalah kunci utama menuju desa yang sehat dan produktif.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Sinergi Lintas Generasi: Masjid Barokah Kerdon Salurkan 930 Kg Zakat Fitrah Secara Door-to-Door
- Mushola Nurul Yakin Sawahan 5 Salurkan 404,5 Kg Zakat Fitrah
- Masjid At Taqwa Sawahan 5
- Sinergi Warga Wonotoro: Masjid Nurul Rahmah Hidayah Salurkan 1,141 Kg Zakat Fitrah
- Wujudkan Kepedulian Sosial, Panitia Zakat Masjid Al Qomar Salurkan 1,1 Ton Beras Fitrah
- Jelang Idul Fitri dan Nyepi 2026, Pelayanan Kalurahan Jatiayu Libur Sepekan
- Jogoboyo Mengikuti Kegiatan Pengisian Data Ketangguhan Bencana
.jpeg)
















