Pamong Jatiayu 'Sowan' ke Keraton: Tampil Serasi dalam Kirab Budaya Mangayubagya Yuswa Dalem

Jatiayu 06 April 2026 10:09:51 WIB

Jatiayu (SID) – Ribuan pamong kalurahan dan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY tumpah ruah di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta pada Selasa (02/04/2026). Delegasi Kalurahan Jatiayu tampil memukau dalam barisan kirab akbar bertajuk "Mangayubagya Yuswa Dalem", sebuah perhelatan budaya sebagai wujud syukur dan penghormatan atas hari jadi DIY.

Keikutsertaan Pamong Jatiayu kali ini sangat istimewa karena mengikuti standar protokoler dan pakem busana pisowanan yang ketat.

Kepatuhan Terhadap Pakem Busana Jawa

Sesuai instruksi teknis, delegasi pria dari Jatiayu tampil gagah mengenakan Busana Kejawen Pranakan Jangkep. Khusus untuk Lurah Jatiayu, penampilan dilengkapi dengan penyematan keris sebagai simbol kepemimpinan dan kewibawaan. Sementara itu, para perangkat desa perempuan tampil anggun dengan Kebaya Tangkeban dan sanggul yang tertata rapi sesuai juknis.

Bagi beberapa pengurus lembaga desa yang belum memiliki busana kejawen lengkap, mereka tetap tampil seragam menggunakan batik identitas kalurahan (warna hijau) yang dipadukan dengan celana kain hitam dan sepatu pantovel, mencerminkan citra profesional lembaga desa.

"Kerapian busana ini disaring langsung melalui proses screening oleh petugas di titik kumpul. Kami ingin memastikan bahwa delegasi Jatiayu benar-benar menghormati adat dan tradisi yang berlaku dalam acara setingkat provinsi ini," ujar Setiyawan S.IP (Carik Jatiayu).

Jalannya Kirab dan 'Glondong Pengarem-arem'

Rombongan Jatiayu berangkat dari titik kumpul menggunakan bus yang telah dipasangi banner identitas Kalurahan, Kapanewon, dan Kabupaten guna memudahkan koordinasi jalur oleh petugas lapangan.

Dalam barisan kirab yang disusun berdasarkan kode wilayah, tampak di barisan paling kiri pembawa papan nama kalurahan bersiap mendampingi pembawa Asok Glondong Pengarem-arem. Hasil bumi tersebut nantinya diserahkan secara simbolis melalui Bupati kepada Ngarsa Dalem di Bangsal Pagelaran sebagai simbol bakti masyarakat desa terhadap pemimpinnya.

Nuansa Kebersamaan di Sepanjang Malioboro

Meski cuaca cukup terik, semangat para pamong tidak surut. Kelelahan peserta terbayar dengan sajian khas di pos-pos peristirahatan yang disediakan oleh Dinas Pariwisata DIY, di mana deretan angkringan gratis dapat dinikmati oleh para peserta kirab.

Kegiatan ini bukan sekadar pawai budaya, namun menjadi momentum penguatan koordinasi antara 438 kalurahan/kelurahan di seluruh DIY melalui wadah Paguyuban Nayantaka. Partisipasi aktif Kalurahan Jatiayu diharapkan memperkokoh semangat Manunggal Jati, selaras dengan visi keistimewaan Yogyakarta.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung