Lestarikan Tradisi, Gelar Seni Jathilan Pukau Ribuan Penonton di Rasul Dusun Sawahan

Jatiayu 07 April 2026 10:31:05 WIB

Jatiayu (SID) – Kemeriahan tradisi Rasul (Bersih Dusun) di Padukuhan Sawahan, Kalurahan Jatiayu, mencapai puncaknya dengan digelarnya pentas seni tradisional Jathilan Kudha Pamungkas Wonotoro pada Selasa (31/03/2026). Pertunjukan ini menjadi magnet luar biasa bagi masyarakat, terbukti dengan ribuan penonton yang memadati area panggung sejak pagi hari.

Gelar seni ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian tak terpisahkan dari rangkaian adat Rasul Dusun sebagai wujud syukur warga atas berkah melimpah dan sarana mempererat gotong royong antarwarga.

Magnet Budaya bagi Masyarakat

Suasana di lokasi pertunjukan tampak sangat hidup. Penonton dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak antusias menyaksikan setiap atraksi yang disuguhkan. Dentuman musik gamelan yang ritmis dipadukan dengan kemahiran para penari jathilan dalam memainkan kuda kepang membuat suasana semakin semarak.

Lurah Jatiayu, dalam pantauannya di lokasi, menyampaikan apresiasi atas kemandirian dan semangat warga Sawahan dalam menjaga kelestarian seni tradisional.

"Seni Jathilan adalah jati diri kita. Melalui momentum Rasulan ini, kita tidak hanya bersyukur kepada Tuhan, tetapi juga menunjukkan bahwa pemuda dan warga Sawahan sangat peduli terhadap pelestarian budaya Jawa di tengah gempuran zaman," terangnya.

Dampak Ekonomi bagi Pedagang Lokal

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kerumunan massa ini juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil dan UMKM lokal. Puluhan lapak pedagang makanan dan mainan yang berjejer di sekitar lokasi tampak ramai pembeli, yang secara langsung memberikan dampak positif pada perputaran ekonomi di tingkat padukuhan.

Keamanan dan Ketertiban Terjaga

Meskipun dipadati oleh ribuan pengunjung, jalannya pertunjukan berlangsung aman dan tertib. Personel Linmas Kalurahan Jatiayu dibantu oleh panitia lokal dan karang taruna tampak sigap mengatur lalu lintas serta area parkir guna memastikan kenyamanan para penonton.

Ketua Panitia Rasul Dusun Sawahan mengungkapkan bahwa pemilihan seni Jathilan tahun ini didasari oleh aspirasi warga yang rindu akan tontonan rakyat yang merakyat. "Kami berterima kasih kepada seluruh warga yang telah menyengkuyung (mendukung) acara ini sehingga berjalan lancar. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga untuk kemajuan Jatiayu ke depan," pungkasnya.

Acara gelar seni ini ditutup dengan aman, menyisakan kesan mendalam bagi warga sebagai penutup rangkaian tradisi bersih desa yang penuh makna.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung