Kenduri Rasul Dusun Sawahan: Wujud Syukur dan Rekatnya Tali Silaturahmi Warga Jatiayu

Jatiayu 07 April 2026 19:58:48 WIB

Jatiayu (SID) – Ratusan warga Padukuhan Sawahan, Kalurahan Jatiayu, tumpah ruah mengikuti kegiatan kenduri dalam rangka tradisi Rasul (Bersih Dusun) yang dilaksanakan dengan khidmat di Balai Dusun Sawahan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian adat tahunan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah serta permohonan doa untuk keselamatan seluruh warga.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dukuh Sawahan 5, Bapak Surahno, serta Dukuh Sawahan 13, Bapak Paidono. Kehadiran para pemangku wilayah ini bersama warga masyarakat Sawahan menunjukkan soliditas dan kerukunan yang terjaga erat di wilayah Kalurahan Jatiayu.

Ijab Kenduri dan Doa Bersama

Suasana religius sangat terasa ketika prosesi utama kenduri dimulai. Budi Raharjo Salim bertindak memimpin pembacaan ijab kenduri, yaitu penyampaian maksud dan tujuan sedekah bumi dalam bahasa Jawa yang halus sebagai bagian dari tata cara adat leluhur.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Saiful Arif. Dalam lantunan doanya, ia memohon keberkahan, kesehatan, dan perlindungan bagi seluruh warga masyarakat agar dijauhkan dari segala marabahaya serta diberikan kemudahan dalam segala urusan di masa mendatang.

Tradisi yang Terus Dilestarikan

Berdasarkan pantauan di lokasi, warga membawa berbagai macam makanan hasil bumi yang ditata rapi di atas tikar. Tradisi kenduri ini menjadi momen penting di mana sekat antarwarga melebur dalam semangat berbagi dan kebersamaan.

Dukuh Sawahan menyampaikan bahwa kegiatan Rasul Dusun tahun ini tetap mempertahankan esensi gotong royong.

"Kenduri ini adalah simbol kemanunggalan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kami sangat bangga melihat antusiasme warga, baik dari Sawahan 5 maupun Sawahan 13, yang bahu-membahu menyukseskan tradisi ini," ungkapnya.

Pemerintah Kalurahan Jatiayu terus berkomitmen untuk mendukung penuh kegiatan pelestarian adat budaya seperti ini. Selain sebagai identitas desa, tradisi Rasul Dusun diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai pondasi karakter masyarakat yang agamis dan berbudaya.

Acara ditutup dengan kembul bujana atau makan bersama, di mana warga saling bertukar makanan sebagai simbol keberkahan yang dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung